Ringkasan

Transportasi berkelanjutan merupakan konsep penting untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan untuk mewujudkan masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Hal ini dicapai melalui penggunaan energi bersih, kendaraan rendah emisi, penggunaan sumber daya yang efisien, dan perencanaan transportasi yang mempertimbangkan kebutuhan lingkungan dan masyarakat. Oleh karena itu, penggunaan sumber energi bersih dan terbarukan, Mass Rapid Transit (MRT), dan mobilitas tidak bermotor terus digalakkan untuk mendukung sistem transportasi yang berkelanjutan. Namun, ada beberapa tantangan yang harus diatasi untuk mencapai sistem transportasi yang benar-benar berkelanjutan, antara lain biaya peralihan ke kendaraan rendah emisi dan energi bersih, kurangnya infrastruktur untuk mendukung transportasi berkelanjutan, dan perlunya kesadaran dan pendidikan masyarakat tentang manfaat transportasi berkelanjutan.

1. Pendahuluan

Transportasi merupakan bagian dari kehidupan yang memungkinkan manusia dan barang bergerak dengan cepat dan efisien. Namun, pertumbuhan transportasi harus dibayar dengan degradasi lingkungan, polusi udara, dan perubahan iklim [1]–[3]. Porsi yang cukup besar dari emisi gas rumah kaca yang berkontribusi signifikan terhadap perubahan iklim disebabkan oleh sektor transportasi. Saat dunia bekerja untuk mengurangi ketergantungannya pada bahan bakar fosil dan bergerak menuju masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan, masalah transportasi berkelanjutan menjadi semakin penting untuk saat ini.
Konsep transportasi berkelanjutan mengacu pada sistem transportasi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan generasi sekarang dan mendatang tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Lebih khusus lagi, transportasi berkelanjutan mengacu pada penggunaan moda dan sistem transportasi yang meminimalkan dampak negatif lingkungan, sosial, dan ekonomi sambil memenuhi kebutuhan individu dan masyarakat [4]. Oleh karena itu, tujuan transportasi berkelanjutan adalah menciptakan sistem transportasi yang mudah diakses, terjangkau, efisien dan ramah lingkungan.

2. Prinsip Transportasi Berkelanjutan

Transportasi berkelanjutan ditujukan untuk mobilitas orang dan barang sekaligus mengurangi dampak lingkungan. Hal ini dicapai melalui perencanaan sistem transportasi yang mempertimbangkan lingkungan dan kebutuhan masyarakat, termasuk penggunaan energi bersih, kendaraan rendah emisi, dan penggunaan sumber daya yang efisien. [5]–[7]. Ada beberapa prinsip utama transportasi berkelanjutan, seperti yang disajikan pada Gambar 1.

Gambar 1. Prinsip utama transportasi berkelanjutan

3. Peran Energi Bersih

Electric Electric Vehicles (EVs) dan Hybrid Electric Vehicles (HEVs) adalah contoh penerapan energi bersih. EV sepenuhnya ditenagai oleh listrik, yang dapat dihasilkan dari sumber terbarukan, seperti air, matahari, angin, dan semua sumber energi terbarukan yang menghasilkan listrik. Sementara itu, HEV menggabungkan mesin pembakaran internal dengan motor listrik untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi emisi. Selain EV dan HEV, Fuel Cell Vehicle (FCVs) juga menjadi kandidat sistem propulsi yang bersih dan rendah emisi untuk mendukung sistem transportasi yang berkelanjutan [8]. Biofuel juga merupakan bagian yang sangat penting dari proyek pengembangan sistem transportasi berkelanjutan. Biofuel dapat dihasilkan dari tumbuh-tumbuhan, seperti jagung, tebu, dan tumbuhan lain yang mengandung minyak atau selulosa, baik tumbuhan yang dapat dimakan maupun yang tidak dapat dimakan [9]. Ada beberapa jenis biofuel, antara lain etanol, biodiesel, dan biogas. Etanol umumnya dibuat dari jagung atau tebu dan dapat digunakan sebagai bahan bakar mono atau campuran dengan bensin pada mesin spark ignition (S.I.). Biodiesel terbuat dari minyak nabati atau lemak hewani dan digunakan dalam mesin pengapian kompres (C.I.), sebagai bahan bakar tunggal atau campuran dengan solar. Biogas diproduksi oleh pencernaan anaerobik bahan organik untuk mesin S.I. dan C.I.

4. Peran Mass Rapid Transit

Mass Rapid Transit (MRT) memainkan peran penting dalam mempromosikan transportasi berkelanjutan dengan menawarkan alternatif yang lebih efisien, terjangkau, dan ramah lingkungan daripada menggunakan mobil pribadi. Sistem MRT, seperti subway, light rail, dan commuter rail, dapat mengangkut banyak orang dengan cepat dan aman, sehingga mengurangi kemacetan lalu lintas dan polusi udara [10]. MRT juga membantu menurunkan konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca serta meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas bagi orang-orang yang tidak memiliki mobil, mendorong keadilan dan inklusi sosial. Untuk memerangi efek negatif urbanisasi dan dukungan pembangunan berkelanjutan, sistem MRT harus diperbaiki dan diperluas.

5. Peran Mobilitas Tidak Bermotor

Mobilitas tidak bermotor, seperti penggunaan sepeda, berjalan kaki, dan sepatu roda, juga berkontribusi besar dalam mempromosikan transportasi berkelanjutan. Mereka ramah lingkungan, karena tidak menghasilkan emisi dan tidak memerlukan bahan bakar, mengurangi jejak karbon, dan meningkatkan kualitas udara. Mereka ramah lingkungan karena tidak mengeluarkan polutan, sehingga menurunkan jejak karbon dan meningkatkan kualitas udara. Mereka murah dan nyaman, terutama di tempat-tempat padat penduduk, dan membantu meminimalkan kemacetan lalu lintas dan konsekuensi sosial dan ekonomi yang terkait [11]. Transportasi tidak bermotor mendorong latihan fisik, meningkatkan hasil kesehatan masyarakat, dan menurunkan pengeluaran perawatan kesehatan. Akibatnya, mendorong dan berinvestasi dalam infrastruktur mobilitas tidak bermotor dapat menghasilkan sistem transportasi yang lebih berkelanjutan yang bermanfaat bagi manusia dan lingkungan.

6. Tantangan untuk Mencapai

Terlepas dari manfaat transportasi berkelanjutan, ada beberapa tantangan yang harus diatasi untuk mencapai sistem transportasi yang benar-benar berkelanjutan. Biaya peralihan dari energi berbasis minyak konvensional ke energi bersih dan kendaraan rendah emisi merupakan tantangan besar bagi banyak negara. EV, HEV, dan FCV saat ini umumnya masih lebih mahal daripada kendaraan bertenaga bensin. Namun seiring dengan perkembangan teknologi yang terus berkembang, Total Cost of Ownership (TCO) kendaraan ramah lingkungan ini semakin menurun. Tantangan lain terkait dengan ketersediaan infrastruktur seperti stasiun pengisian kendaraan listrik misalnya, belum banyak tersedia di banyak daerah sehingga menyulitkan masyarakat untuk memiliki dan mengoperasikan kendaraan listrik. Selain itu, banyak jaringan angkutan umum yang tidak dirancang untuk mendukung transportasi berkelanjutan seperti jalur sepeda dan skuter listrik. Oleh karena itu, dibutuhkan pendidikan masyarakat dan kesadaran individu akan pentingnya transportasi yang sehat untuk mengurangi dampak lingkungan.

7. Kesimpulan

Transportasi berkelanjutan merupakan konsep penting untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil serta menyediakan layanan transportasi yang bersih, terjangkau dan sehat. Merencanakan dan menerapkan sistem transportasi yang baik dapat mengurangi dampak lingkungan, seperti penggunaan energi yang lebih bersih, kendaraan rendah emisi, MRT, mobilitas tidak bermotor. MRT mampu memindahkan orang dan barang dalam jumlah besar dan menghadirkan kesetaraan dibandingkan moda transportasi lainnya. Mobilitas non-motor selain murah, juga meningkatkan kesehatan. Biofuel seperti etanol, biodiesel dan biogas juga merupakan komponen penting untuk mendukung transportasi yang berkelanjutan. Biofuel dapat diperbarui, menghasilkan emisi lebih rendah daripada bahan bakar fosil tradisional dan dapat diproduksi di dalam negeri. Namun, ada beberapa tantangan yang harus diatasi untuk mencapai sistem transportasi yang benar-benar berkelanjutan, antara lain biaya peralihan ke kendaraan rendah emisi dan energi bersih, kurangnya infrastruktur untuk mendukung transportasi berkelanjutan, dan perlunya kesadaran dan pendidikan masyarakat tentang manfaat transportasi berkelanjutan.

Referensi

[1] S. A. Raza, N. Shah, and A. Sharif, “Time frequency relationship between energy consumption, economic growth and environmental degradation in the United States: Evidence from transportation sector,” Energy, vol. 173, pp. 706–720, 2019.
[2] V. Mavrin, K. Magdin, V. Shepelev, and I. Danilov, “Reduction of environmental impact from road transport using analysis and simulation methods,” Transp. Res. Procedia, vol. 50, pp. 451–457, 2020.
[3] M. Mohsin, Q. Abbas, J. Zhang, M. Ikram, and N. Iqbal, “Integrated effect of energy consumption, economic development, and population growth on CO2 based environmental degradation: A case of transport sector,” Environ. Sci. Pollut. Res., vol. 26, pp. 32824–32835, 2019.
[4] M. Hamerska, M. Ziółko, and P. Stawiarski, “A Sustainable Transport System—The MMQUAL Model of Shared Micromobility Service Quality Assessment,” Sustainability, vol. 14, no. 7, p. 4168, 2022.
[5] H. Gudmundsson, R. P. Hall, G. Marsden, and J. Zietsman, “Sustainable transportation,” Heidelberg, Ger. Frederiksberg, Denmark, Spreinger-Verlag Samf., 2016.
[6] Y. Cornet and H. Gudmundsson, “Building a metaframework for sustainable transport indicators: Review of selected contributions,” Transp. Res. Rec., vol. 2531, no. 1, pp. 103–112, 2015.
[7] P. Patil, “Sustainable Transportation Planning: Strategies for Reducing Greenhouse Gas Emissions in Urban Areas,” Empir. Quests Manag. Essences, vol. 1, no. 1, pp. 116–129, 2021.
[8] M. Goswami et al., “Electric vehicles: a step toward sustainability,” in Emerging Trends in Energy Storage Systems and Industrial Applications, Elsevier, 2023, pp. 619–640.
[9] M. Setiyo, “Alternative fuels for transportation sector in Indonesia,” Mech. Eng. Soc. Ind., vol. 2, no. 1, pp. 1–6, 2022.
[10] H. S. Hasibuan and M. Mulyani, “Transit- Oriented Development: Towards Achieving Sustainable Transport and Urban Development in Jakarta Metropolitan, Indonesia,” Sustainability, vol. 14, no. 9, p. 5244, 2022.
[11] R. Turner-Brady, “Sustainable Transportation for all: An Analysis of Non- Motorized Transport.” University of Washington, 2022.

Disclaimer

Artikel ini merupakan alih bahasa dari artikel editorial yang diterbitkan dalam jurnal Automotive Experiences vol 6 Nomor 1 (2023) dengan judul Sustainable Transport: The Role of Clean Energy, Mass Rapid Transit, Non-motorized Mobility, and Challenges to Achievement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *