Uncategorized

Penerimaan Proposal Program Hilirisasi dan Kemitraan

×

Penerimaan Proposal Program Hilirisasi dan Kemitraan

Share this article

Hasil penelitian seharusnya tidak berhenti pada laporan akhir atau publikasi ilmiah. Tantangan berikutnya adalah bagaimana pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi dapat dikembangkan lebih lanjut, digunakan oleh masyarakat, dan memberikan dampak nyata. Untuk mendorong proses tersebut, Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi kembali membuka penerimaan proposal Program Hilirisasi dan Kemitraan Tahun 2026. Program ini membuka peluang bagi dosen dan peneliti perguruan tinggi untuk memperkuat proses hilirisasi hasil riset, membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta memperluas jejaring riset internasional.

Empat Peluang Program bagi Dosen dan Peneliti

Pada pembukaan proposal kali ini, terdapat empat peluang program yang dapat dimanfaatkan oleh perguruan tinggi, dosen, dan peneliti.

1. Hilirisasi Riset Prioritas – Skema Dorongan Teknologi

Skema Dorongan Teknologi menggunakan pendekatan Technology Push, yaitu mendorong teknologi yang telah dihasilkan melalui kegiatan penelitian agar memiliki jalur pengembangan menuju hilirisasi yang lebih jelas. Salah satu tahapan penting dalam program ini adalah Pra-Studi Kelayakan. Tahapan tersebut digunakan untuk melakukan validasi terhadap produk atau teknologi sekaligus menyusun peta jalan hilirisasi yang lebih matang. Skema ini terbuka bagi dosen yang memiliki hasil riset atau teknologi yang potensial untuk dikembangkan lebih lanjut. Produk atau teknologi yang berhasil melewati tahapan pra-studi kelayakan berpotensi memperoleh pendanaan hilirisasi riset pada Tahun Anggaran 2027. Skema ini dapat menjadi peluang strategis bagi peneliti yang telah memiliki prototipe atau teknologi hasil penelitian, tetapi masih memerlukan validasi dan perencanaan pengembangan sebelum memasuki tahap hilirisasi.

2. Hilirisasi Riset – Skema SINERGI Tahap 2

Program Hilirisasi Riset Skema SINERGI merupakan kelanjutan dari program hilirisasi riset yang telah berjalan sebelumnya. Program ini dikembangkan melalui kerja sama Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan melalui Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Pada pendanaan Tahap 2, Skema SINERGI memberikan perhatian pada sejumlah bidang strategis, yaitu:

  • ketahanan energi;
  • ketahanan pangan;
  • pengelolaan dan pengolahan sampah;
  • kesehatan;
  • digitalisasi, termasuk Artificial Intelligence (AI), semikonduktor, dan robotika; serta
  • hilirisasi dan industrialisasi.

Program ini dirancang untuk mempertemukan kompetensi dan fasilitas riset perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata industri, kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya. Karena itu, proposal yang dikembangkan tidak hanya membutuhkan kekuatan dari sisi teknologi, tetapi juga perlu menunjukkan relevansi terhadap permasalahan nyata dan potensi pemanfaatan inovasi oleh mitra.

3. Hilirisasi Riset Strategis – Skema Hackathon Deeptech

Skema Hackathon Deeptech menawarkan pendekatan yang berbeda dalam pengembangan inovasi. Program ini memberikan pendanaan kepada perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk menyelenggarakan kompetisi inovasi kolaboratif dalam waktu relatif singkat. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mempertemukan dosen, mahasiswa, profesional, dan praktisi industri. Melalui proses kolaborasi yang intensif, peserta didorong untuk merancang, menguji, dan memvalidasi solusi teknologi secara cepat sehingga hasil riset dapat dikembangkan menuju prototipe yang siap untuk ditindaklanjuti. Bidang yang menjadi perhatian dalam program ini meliputi industri strategis, antara lain digitalisasi—termasuk AI, robotika, dan semikonduktor—, ketahanan pangan, kesehatan, energi, serta hilirisasi industri. Hackathon Deeptech dapat menjadi peluang bagi perguruan tinggi untuk membangun ekosistem inovasi yang lebih terbuka dan kolaboratif. Inovasi tidak lagi hanya dikembangkan di dalam laboratorium, tetapi diuji melalui interaksi langsung antara peneliti, mahasiswa, dan pengguna teknologi.

Riset Kemitraan Internasional: Memperluas Kolaborasi Global

Selain program hilirisasi, Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan juga membuka Program Riset Kemitraan Internasional (RKI). Program ini dirancang untuk mendorong kolaborasi antara dosen atau peneliti perguruan tinggi Indonesia dengan peneliti dari institusi luar negeri. Salah satu prinsip penting dalam program RKI adalah equal partnership atau kemitraan yang setara. Kolaborasi internasional tidak hanya ditunjukkan melalui pencantuman mitra luar negeri dalam proposal, tetapi membutuhkan kontribusi timbal balik dalam bentuk in-kind maupun in-cash.

Program RKI memiliki dua jalur luaran strategis. Kategori A diarahkan pada publikasi ilmiah bersama pada jurnal internasional bereputasi. Sementara itu, Kategori B diarahkan pada pengembangan inovasi terapan yang dapat berupa purwarupa, model kebijakan, maupun karya seni. Melalui program ini, perguruan tinggi Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kapasitas riset, memperluas jejaring akademik global, meningkatkan rekognisi internasional, sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang selaras dengan prioritas pembangunan nasional dan Sustainable Development Goals (SDGs).

Saatnya Memetakan Hasil Riset yang Potensial

Pembukaan Program Hilirisasi dan Kemitraan 2026 menjadi momentum bagi dosen dan peneliti untuk kembali melihat portofolio penelitian yang telah dihasilkan.

Apakah terdapat hasil penelitian yang telah menghasilkan prototipe?

Apakah teknologi yang dikembangkan membutuhkan validasi sebelum menuju tahap hilirisasi?

Apakah terdapat kebutuhan industri atau masyarakat yang dapat dijawab melalui inovasi yang telah dikembangkan?

Atau, apakah jejaring dengan peneliti luar negeri dapat dikembangkan menjadi kolaborasi riset yang lebih setara dan produktif?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat menjadi titik awal dalam menentukan skema program yang paling sesuai. Hilirisasi pada dasarnya bukan sekadar membawa produk ke pasar. Hilirisasi merupakan proses membangun jalur agar pengetahuan dan teknologi hasil penelitian dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Karena itu, dosen dan peneliti perlu mulai bergerak dari pertanyaan “apa yang telah kita teliti?” menuju pertanyaan yang lebih strategis: “siapa yang membutuhkan hasil riset kita dan bagaimana inovasi tersebut dapat memberikan dampak?”

Mari siapkan proposal terbaik dan dorong hasil riset menjadi inovasi yang berdampak bagi masyarakat, industri, dan masa depan.

Surat Penerimaan Proposal

Panduan Program Hilirisasi Riset Prioritas dan Strategis Dorongan Teknologi Tahun 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *