Pada tahun 2023 ini, saya kembali mendapatkan penugasan detasering ke Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) berdasarkan surat dari Direktur Sumber Daya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi nomor 3103/E4/DV.05.03/2023. Dengan format yang sama dengan pelaksanaan tahun 2022, program detasering kali ini terdiri dari 25 hari efektif, 20 hari secara daring dan 5 hari secara luring. Dalam 25 hari tersebut, kami berdiskusi tentang penyiapan akreditasi, pengelolaan jurnal, pelatihan penyusunan roadmap penelitian, proposal penelitian, dan penguasaaan menejemen kepustakaan.

Pendampingan Secara Daring

Dimulai pada tanggal 21 Agustus 2023, kegiatan detasering dibuka langsung oleh Rektor UM Bulukumba, Drs. Jumase Basra, M.Si. dan diikuti oleh lebih dari 30 dosen. Juga hadir dalam acara pembukaan tersebut, para Wakil Rektor, Dekan, Ketua Progran Studi, dan pada Kepala Unit. Kegiatan pembukaan sangat meriah yang dilanjutkan dengan diskusi tentang orientasi detasering, penentuan target, dan point-point penting akreditasi program studi.

Selanjutnya, berturut-turut kegiatan daring dilakukan dengan materi pendampingan akreditasi, penulisan proposal penelitian, penggunaan menejemen kepustakaan, dan pengelolaan jurnal ilmiah. Setiap kegiatan daring dibuat dalam 3 sesi yaitu: penyampaian materi oleh detaser, diskusi antara detaser dengan dosen pertisas, dan dilanjutkan dengan diskusi mandiri oleh pertisas, dengan semua kegiatan terekam dengan baik di zoom meeting. Secara umum, kegiatan detasering secara daring ini berjalan dengan baik dan peserta dari pertisas mengikuti dengan antusias.

Beberapa photographic view kegiatan detasering secara daring di UM Bulukumba

Kegiatan Secara Luring

Kegiatan secara luring dilaksanakan selama 5 hari kerja, mulai tanggal 9 Oktober hingga 13 Oktober 2023. Semua kegiatan luring dilaksanakan di Aula Kampus 1 UM Bulukumba. Kegiatan luring dibuka oleh Wakil Rektor 1 UM Bulukumba, Asdar S.Pd., M.Pd., yang didampingi oleh WR 2 dan WR 3, Yuli Artati, S.E., M.Si. dan Irfan, S.Pd., M.Pd. Pembukaan dilanjutkan dengan penyampaian Amanat dari Badan Pembina Harian, sambutan Detaser dan kemudian materi detasering. Target kegiatan secara luring ini adalah penyelesaian LKPS dan LED Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, review dan perbaikan proposal penelitian, penguasaan Mendeley, dan penyelesaian evaluasi diri Journal of Education Sciences: Fondation & Application di Arjuna.

LKPS dan LED akreditasi dipresentasikan oleh Ketua Program Studi, Nur Ina Syam, SS., M.Pd. yang didampingi oleh pejabat struktural di Badan Penjaminan Mutu, Sri Wahyuni Thamrin, S.Pd., M.Pd. selama dua hari, Senin dan Selasa 9-10 Oktober 2023. Seluruh tim akreditasi Program Studi juga mengikuti acara selama dua hari tersebut. Fokus kegiatan ini adalah mencermati butir-butir penilaian, data kinerja di LKPS, dan eviden-evidennya. Tidak hanya itu, identifikasi terhadap peluang-peluang yang memungkinkan untuk mendapatkan skor maksimal juga dilakukan, misalnya pemenuhan kriteria luaran tridharma, terutama pada produk/jasa dosen/mahasiswa yang diadopsi oleh masyarakat. Selanjutnya, dilakukan diskusi hangat tentang penyusunan LED, mulai dari kebijakan, penulisan indikator kinerja utama (IKU) dan indikator kinerja tambahan (IKT), cara evaluasi, dan tindaklanjutnya, yang diakhiri dengan analisis SWOT dan penyusunan strategi pengembangan.

Diskusi penyusunan LEDPS

Pendampingan penyusunan LKPS

Dalam bidang penelitian, kegiatan luring juga dilaksanakan selama dua hari, Rabu dan Kamis, 11-12 Okrober 2023.  Kegiatan ini dawali dengan kuliah umum “Membangun Roadmap Kepakaran Dosen”, kemudian, setiap dosen di UM Bulukumba yang mengikuti kegitan detasering ini diberikan sebuah template untuk menyusun roadmap kepakaran. Setelah itu, peserta mempresentasikan proposal penelitian dan dibahas secara bersama. Aspek administrasi dan substansi proposal dibandingkan dengan instrumen penilaian penelitian dalam Buku Pedoman Pengelolaan Penelitian yang diterbitkan oleh DRTPM. Dalam kegiatan ini, detaser dan dosen pertisas berbagi pengalaman, mulai dari bagaimana mencari pustaka relevan, menyusun state of the art, menyampaikan gagasan dan kebaruan riset, menyusun metode penelitian, jadwal penelitian, dan RAB. Tidak kalah seru dalam diskusi ini adalah terkait dengan penulisan sitasi dan referensi menggunakan Mendeley, pada berbagai citation style dan penempatan sitasi.

Review proposal penelitian

Pada hari Jum’at, 13 Oktober 2023, kegiatan luring dilanjutkan dengan pendampingan akreditasi jurnal ilmiah. Dalam pendampingan ini, salah satu jurnal yang dikelola UM Bulukuma, Journal of Education Sciences: Fondation & Application (JESFA), dipresentasikan oleh Editor in Chief-nya, Ilmar Andi Achmad., M.Pd. yang juga merupakan koordinator detasering tahun 2023 ini. Ilmar mempresentasikan kinerja jurnal, kelengkapan journal policy, dan contoh-contoh secara sampling artikel yang telah diterbitkan. Kemudian, Ilmar mendaftar akun di Arjuna dan bersama-sama mengisikan evaluasi diri terhadap JESFA. Secara umum, kinerja jurnal telah mencukupi untuk diajukan akreditasi, namun harus menunggu dua issue lagi untuk bisa diajukan akreditasi, sesuai dengan pedoman akreditasi jurnal ilmiah. Pada hari kelima ini, juga dilaksanakan penutupan detasering secara luring oleh Rektor UM Bulukumba.

Kesan Detaser

Perjalanan ke Bulukumba

Ini adalah kali pertama saya datang ke Bulukumba, salah satu kota pantai di Sulawesi Selatan. Perjalanan ke Bulukumba dimulai dari Kabupaten Temangggung, dimana saya tinggal. Penerbangan ke Makassar bersama Lion Air dari YIA dan turun di bandara Sultan Hasanuddin kira-kira pukul 13.30 WITA. Keluar dari bandara, saya dijemput oleh Pak Ilmar, Pak Fauzan, dan Pak Nizwan. Kami menikmati Sop Saudara yang terletak dekat pintu keluar Tol Reformasi. Setelah selesai makan, kami melanjutkan perjalanan menuju Bulukumba, menyusuri Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, dan Bantaeng. Sekitar pukul 20.00 WITA, kami sampai di Hotel Sang Surya, sebuah unit usaha yang dimiliki oleh UM Bulukumba. Selama perjalanan, kami berbincang hangat, sambil sesekali saya mengambil foto dan video saat melewati area pertanian garam dan tataran rendah di musim kemarau.

Suasana Kekeluargaan di UM Bulukumba

Satu hal yang saya sangat takjub dengan suasana di UM Bulukumba adalah suasana kebersamaan dan kekeluargaan antar warga kampus. Selam 5 hari saya di Bulukumba, saya dilayani dengan sangat baik. Saya melihat, tidak ada sekat dan jarak antara pimpinan dengan dosen dan tenaga kependidikan, suasananya sangat hangat, dan toleransi antara mereka sangat tinggi. Ini juga yang saya apresiasi saat penutupan kegiatan luring. Pada Kamis sore, 12 Oktober, saya sempat bermain futsal bersama dosen dan tenaga kependidikan. Saya juga diajak mengeksplorasi kuliner Sulawesi Selatan, seperti Kapurung, Palumara, dan masakan ikan lainnya. Bahkan, pada Kamis malam, saya diundang di ke rumah Pak Nizwan untuk menyantap ikan bakar dan berbagai masakan Bugis. Bu Nizwan juga merupakan pegawai Perpustakaan di UM Bulukumba. Ikan Bakar, Sup, san Wedang Sarabatnya enak sekali. Tidak hanya itu, saya juga diajak mengunjungi daerah pembuat Perahu Pinisi. Saya berkesempatan untuk berbincang dengan pembuat perahu pinisi, didampingi oleh Pak Athar, Pak Fauzan, dan Pak Nizwan.

Potensi Pengembangan UM Bulukumba

UM Bulukumba merupakan Universitas alih bentuk dari STKIP Muhammadiyah Bulukumba. UM Bulukumba memiliki 2 kampus utama, Kampus 1 di Kota Bulukumba dan Kampus 2 ada di luar kota menuju ke Kabupaten Bantaeng. Kampus 2 memiliki luas sekitar 7 hektare. Gedung-gedung baru berdiri di kampus 2, termasuk Rusunawa. Letak kampus 2 sangat strategis karena di pinggir jalan poros Sulawesi. Dari sisi SDM, UM Bulukumba didominasi dengan dosen-dosen muda, dengan semangat juang yang tinggi. Rektor secara secara bertahap mengirim dosen-dosen muda tersebut untuk studi doktoral ke berbagai universitas ternama dalam negeri. Saya sempat berbincang-bincang dengan bererapa dosen terkait rencana pengembangan diri mereka, termasuk visi mereka untuk menjadi Guru Besar pada beberapa tahun mendatang. Ini adalah modal berharga untuk pengembangan universitas.

Perjalanan kembali ke Magelang

Sabtu pagi, 14 Oktober 2023, Rektor UM Bulukumba menemui saya di Hotel Sang Surya yang berlokasi di Jl. Poros Bantaeng – Bulukumba, Bintarore, Kec. Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan 92511, sekitar 800 meter dari kampus 1. Kami berbincang hangat sambil minum teh hangat dan kue tradisional Bulukumba. Setelah bincang-bincang dan saya juga menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan saya, saya pamitan untuk pulang ke Magelang. Perjalanan pagi menuju Makassar bersama Pak Nizwan dan Pak Ilmar kembali menyusuri jalan Poros Sulawesi, mulai dari Kabupatan Bantaeng, Jeneponto, Takalar, dan Gowa. Kami sempat mampir untuk menyantap makan siang di resto Bandeng Bakar, di daerah Gowa. Sekitar jam 12.30 WITA, kami sampai bandara Sultan Hasanuddin untuk kembali ke Magelang dengan Lion Air. Pesawat kami mendarat di bandara Achmad Yani Semarang sekitar pukul 15.45 WIB.

Apresiasi dan Harapan Detaser untuk UM Bulukumba

UM Bulukumba memiliki potensi berkembang yang terbuka. Aset, SDM, mahasiswa, visi mulia, dan dukungan stakeholder  yang dimiliki menjadi modal yang sangat berharga. Pengalaman mereka bertransformasi dari STKIP menjadi Universitas adalah bukti komitmen mereka untuk turut serta berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa yang pada akhirnya dapat mewujudkan kesejahteraaan umum. Semangat dan kekompakan internal mereka mampu untuk mengatasi masalah-masalah makro dan mikro terkait pengembangan perguruan tinggi. Saya melihat, ada banyak gagasan brilian dan inisiatif  dari dosen-dosen di UM Bulukumba yang mendukung pengembangan institusi. Oleh karena itu, beberapa langkah strategis dapat ditempuh oleh menejemen dalam rangka untuk mencapai tujuan organisasi menuju Universitas yang kompetitif pada skala nasional maupun global. Penguatan visi dan penjaminan mutu institusi secara berkelanjutan dapat menjadi pintu masuk untuk penguatan tata kelola. Penguatan SDM, suasana akademik, riset, pengabdian masyarakat, dan kerjasama juga perlu dilakukan secara berkesinambungan agar kontribusi UM Bulukumba dapat diperluas. Selain itu, kompetisi-kompetisi skala nasional seperti hibah penelitian dan pengabdian, pembalajaran, dan PKM juga perlu ditingkatkan untuk meluaskan aroma wangi UM Bulukumba pada skala nasional dan global.

Semoga kegiatan detasering 2023 ini bermanfaat.

__________________________

Identitas kegiatan
Nama Program: Detasering tahun 2023
Detaser: Prof. Dr. Ir. Muji Setiyo, S.T., M.T.

Baca juga:

Prof. Muji Setiyo (CESI Researcher’s) Conduct Lecturer Mobility at Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Indonesia

 

One thought on “Detasering di Universitas Muhammadiyah Bulukumba 2023 yang Mengesankan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *