Dalam sebuah mesin, ada banyak pressure tranducer/ pressure sensor, diantaranya adalah sensor tekanan bahan bakar, sentor tekanan turbocharger, tekanan EGR, tekanan minyak rem, dan tekanan manifold. Meskipun penempatan dan keperuntukannya berbeda, konsep sensor tekanan adalah sama, mengubah tekanan (fisika) menjadi bentuk listrik. Salah satu jenis pressure sensor yang populer adalah Manifold Absolute Presure (MAP) Sensor.

MAP Sensor mendeteksi tekanan udara di saluran masuk mesin dan mengubahnya menjadi sinyal listrik yang dikirim ke ECU untuk mengatur campuran stoikiometri. MAP Sensor dikelompokkan dalam 2 kelompok sesuai dengan rentang tekanannya:

Depresi             : 10 – 130 kPa.
Over-pressure   : 10 – 130 kpa ≤ P2 ≥ 400 kPa

MAP Sensor terletak langsung pada intake manifold atau terhubung dengannya melalui selang fleksibel. MAP Sensor harus tahan terhadap kondisi pemasangan kritis dan harus mampu beroperasi pada suhu antara -40ºC sampai + 120ºC. Selanjutnya, MAP sensor juga harus tahan terhadap hidrokarbon.

MAP sensor

Elemen MAP sensor adalah tipe piezoresistif yang dikonfigurasikan sebagai jembatan Wheatstone, yaitu, hambatan listriknya bervariasi sesuai dengan deformasi mekanik membran. Unsur sensor diintegrasikan ke dalam DIS tipe MEMS yang menguatkan, melakukan kompensasi termal, dan kondisi sinyal. Elektronik digital yang tergabung memungkinkan kita memprogram sinyal output antara 0 – 5 V, tergantung pada persyaratan yang kita butuhkan di setiap referensi.

Karakteristik MAP sensor

Baca Juga:

Referensi:
Setiyo, M. (2017) Listrik & Elektronika Dasar Otomotif (Basic Automotive Electricity and Electronics). Edited by A. Burhanudin. Magelang: UNIMMA Press.

One thought on “MAP Sensor”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *